"Untuk Renjana"

Renjana, gadis yang menjadi pusat pandangku saat ini. Gadis mungil dari desa yang bertaruh hidup di kota. Pandang matanya sangat kuat, badannya sangat kokoh seakan ada akar yang menguatkannya. Gadis yang tak sengaja ku temui di sebuah lapak baca temanku. Dialah gadis periang, banyak bicara, mudah tertawa. Kau pasti tak kan tahan jika melihat lesung pipinya saat tertawa.

Namun akhir-akhir ini Renjana seperti orang yang berbeda. Ada yang lain dari tawanya, masih riang, hanya saja sedikit terdengar parau. Matanya tak sekuat biasanya, seakan ada samudra yang siap tumpah, namun masih dipaksa tertahan di kantung matanya. Pendar di matanya meredup. Badanya tak sekokoh biasanya, tak seriang biasanya. Ada apa?

Kau tak perlu memaksakan untuk terus terlihat kuat, sesekali bergantunglah kepada seseorang. Barangkali itu bisa membantu mengembalikan kekuatanmu. Kau tak sendiri, dan tak kan pernah sendiri. Bukankah tetap ingin terlihat kuat itu sesuatu yang melelahkan? Berbagilah, dan percayalah, akan selalu ada yang mendengarkanmu dan menguatkanmu.

Jangan pernah takut terlihat lemah Renjana, jika memaksakan terlihat kuat hanya membuatmu semakin lelah.
Jangan sungkan, padaku, kapan saja kau siap, kau akan selalu menemukan rumah untuk pulang.

Untuk Renjana

Komentar

Postingan Populer